Menu

Dark Mode
Ribuan Buruh di Monas Antre Sembako Gratis dari Istana pada Peringatan May Day 2026 Qodari Minta Publik Fokus Substansi Pidato Prabowo, Bukan Polemik “Indonesia Gelap” Sidang Dakwaan Kasus Air Keras Aktivis KontraS Ungkap Motif Empat Prajurit TNI Prabowo Umumkan Paket Kebijakan Ketenagakerjaan Baru di Peringatan May Day 2026 Polda Sumsel Bongkar Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang, Satu Tersangka Ditangkap KPK Minta Immanuel Ebenezer Fokus Jalani Sidang, Tanggapi Rencana Gugatan Rp300 Triliun

Headline

Qodari Minta Publik Fokus Substansi Pidato Prabowo, Bukan Polemik “Indonesia Gelap”

JurnalisBangsabadge-check


					Qodari Minta Publik Fokus Substansi Pidato Prabowo, Bukan Polemik “Indonesia Gelap” Perbesar

 

Jakarta, Jurnalis Bangsa – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengimbau masyarakat untuk tidak terpaku pada potongan kalimat tertentu dalam pidato Presiden Prabowo Subianto yang menyinggung isu “Indonesia gelap” dan pernyataan soal “kabur ke Yaman”.

Menurut Qodari, publik seharusnya melihat pidato Presiden secara utuh, terutama pada bagian yang menekankan program strategis pemerintah seperti kemandirian bangsa dan hilirisasi industri.

“Jangan cherry picking satu kalimat beliau soal tadi, jangan dibilang Indonesia gelap, kalau tidak suka ke Yaman saja. Jangan itu yang di-highlight, tetapi poin-poin substansi harus dilihat,” ujar Qodari.

Ia menjelaskan bahwa pidato Presiden banyak menyoroti pentingnya hilirisasi sebagai upaya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dalam negeri. Kebijakan ini, kata dia, bertujuan agar Indonesia tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah.

Qodari juga menilai bahwa kebijakan hilirisasi kerap mendapat penolakan dari pihak luar negeri karena selama ini mereka diuntungkan dari pola ekspor bahan mentah Indonesia. “Sekarang Presiden tidak mau, ingin membangun nilai tambah lewat hilirisasi,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar masyarakat tidak bersikap naif terhadap kemungkinan adanya pihak-pihak yang tidak senang dengan arah kebijakan tersebut. “Kalau di luar ada yang tidak senang, kemudian ada upaya subversi atau infiltrasi, kita tidak boleh naif,” tambahnya.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya saat groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4), menanggapi kritik yang menyebut kondisi Indonesia gelap. Ia menegaskan bahwa Indonesia justru berada dalam kondisi yang baik.

“Indonesia gelap? Matanya yang buram. Indonesia terang,” ujar Prabowo.

Ia juga menanggapi pihak-pihak yang mengkritik dengan nada keras, bahkan mempersilakan mereka yang merasa tidak puas untuk meninggalkan Indonesia. “Kalau ada yang mau kabur, kabur saja. Mau ke mana, silakan, mungkin ke Yaman,” katanya.

Prabowo menambahkan bahwa Indonesia saat ini termasuk negara yang aman dan stabil, sehingga masyarakat diminta untuk melihat kondisi secara objektif berdasarkan fakta dan data yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ribuan Buruh di Monas Antre Sembako Gratis dari Istana pada Peringatan May Day 2026

1 May 2026 - 23:19 WIB

Sidang Dakwaan Kasus Air Keras Aktivis KontraS Ungkap Motif Empat Prajurit TNI

1 May 2026 - 20:55 WIB

Prabowo Umumkan Paket Kebijakan Ketenagakerjaan Baru di Peringatan May Day 2026

1 May 2026 - 19:36 WIB

Polda Sumsel Bongkar Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang, Satu Tersangka Ditangkap

1 May 2026 - 18:25 WIB

KPK Minta Immanuel Ebenezer Fokus Jalani Sidang, Tanggapi Rencana Gugatan Rp300 Triliun

1 May 2026 - 17:20 WIB

Trending on Headline