Jakarta, Jurnalis Bangsa – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengimbau masyarakat untuk tidak terpaku pada potongan kalimat tertentu dalam pidato Presiden Prabowo Subianto yang menyinggung isu “Indonesia gelap” dan pernyataan soal “kabur ke Yaman”.

Menurut Qodari, publik seharusnya melihat pidato Presiden secara utuh, terutama pada bagian yang menekankan program strategis pemerintah seperti kemandirian bangsa dan hilirisasi industri.
“Jangan cherry picking satu kalimat beliau soal tadi, jangan dibilang Indonesia gelap, kalau tidak suka ke Yaman saja. Jangan itu yang di-highlight, tetapi poin-poin substansi harus dilihat,” ujar Qodari.
Ia menjelaskan bahwa pidato Presiden banyak menyoroti pentingnya hilirisasi sebagai upaya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dalam negeri. Kebijakan ini, kata dia, bertujuan agar Indonesia tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah.
Qodari juga menilai bahwa kebijakan hilirisasi kerap mendapat penolakan dari pihak luar negeri karena selama ini mereka diuntungkan dari pola ekspor bahan mentah Indonesia. “Sekarang Presiden tidak mau, ingin membangun nilai tambah lewat hilirisasi,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar masyarakat tidak bersikap naif terhadap kemungkinan adanya pihak-pihak yang tidak senang dengan arah kebijakan tersebut. “Kalau di luar ada yang tidak senang, kemudian ada upaya subversi atau infiltrasi, kita tidak boleh naif,” tambahnya.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya saat groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4), menanggapi kritik yang menyebut kondisi Indonesia gelap. Ia menegaskan bahwa Indonesia justru berada dalam kondisi yang baik.
“Indonesia gelap? Matanya yang buram. Indonesia terang,” ujar Prabowo.
Ia juga menanggapi pihak-pihak yang mengkritik dengan nada keras, bahkan mempersilakan mereka yang merasa tidak puas untuk meninggalkan Indonesia. “Kalau ada yang mau kabur, kabur saja. Mau ke mana, silakan, mungkin ke Yaman,” katanya.
Prabowo menambahkan bahwa Indonesia saat ini termasuk negara yang aman dan stabil, sehingga masyarakat diminta untuk melihat kondisi secara objektif berdasarkan fakta dan data yang ada.










