Jakarta, Jurnalis Bangsa – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akhirnya menegaskan bahwa Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tidak akan dipindahkan dari lokasi utama di Cikini, Jakarta Pusat. Karena isu perpindahan ini sempat menjadi kegelisahan dari para Alumni dan para Mahasiswanya.
Pramono menjelaskan lebih lanjut bahwa Pemprov DKI itu menyiapkan ruang ekspresi tambahan yang lokasinya ada di kawasan Kota Tua yang nantinya bisa dimanfatkan sivitas akademika IKJ di kawasan Kota Tua.

Pramono mengatakan hal itu untuk meluruskan isu yang berkembang bahwa kampus IKJ akan dipindah sepenuhnya ke Kota Tua. Menurutnya, yang disiapkan Pemprov adalah creative space agar mahasiswa seni dapat berkegiatan, berkarya, hingga menggelar pameran di tengah proses revitalisasi kawasan bersejarah tersebut.
“Jadi saya ingin meluruskan, IKJ nanti ataupun seniman-seniman akan kita kasih ruang tempat untuk berekspresi seluas-luasnya di Kota Tua. Bahkan Pemprov DKI akan menyiapkan gedung untuk IKJ, iya. Tetapi setelah kami kaji bukan kemudian kami akan memindahkan IKJ, enggak,” ujar Pramono di Balai Kota, Kamis (9/4/2026).
Pemprov DKI saat ini tengah menata Kota Tua sebagai kawasan berorientasi pejalan kaki dan ruang kreatif publik. Rencana tersebut mencakup pembukaan studio seni, ruang pamer, serta area pertunjukan yang dapat dimanfaatkan komunitas mana pun dan tentu institusi seni IKJ.
Pramono menyebut langkah ini sekaligus memperkuat identitas Kota Tua sebagai poros ekonomi kreatif dan budaya Jakarta. Ia berharap kehadiran mahasiswa IKJ di kawasan tersebut dapat menghadirkan dinamika seni yang lebih hidup dan meningkatkan interaksi antara publik serta karya kreatif bisa lebih dekat dan terbuka.
IKJ sendiri memiliki sejarah yang panjang dalam dunia pendidikan seni.
Institut Kesenian Jakarta (IKJ) memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan seni kontemporer di Indonesia. Didirikan pada tanggal 25 Juni 1970, kampus ini lahir dari gagasan para seniman besar dan dukungan pemerintah DKI Jakarta di bawah pimpinan Gubernur Ali Sadikin.
Awalnya, lembaga ini bernama Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ) dan berlokasi di dalam kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM). Kehadirannya bertujuan untuk menciptakan wadah pendidikan seni yang profesional dan praktis bagi para calon seniman.










