Jakarta, Jurnalis Bangsa – Kematian anggota Bintara Samapta angkatan 2025, Bripda Natanael Simanungkalit, yang ditemukan tidak bernyawa di asrama Polda Kepulauan Riau pada Senin (13/4) dini hari, menuai sorotan. Pihak keluarga mendesak agar kasus tersebut diusut secara terbuka dan transparan.
Kuasa hukum keluarga, Sudirman, menegaskan pentingnya pengungkapan fakta secara menyeluruh terkait penyebab kematian korban.

“Pokoknya kasus ini terungkap terbuka, tidak boleh ditutupi,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (14/4).
Menurut Sudirman, keluarga baru menerima kabar duka tersebut sekitar pukul 02.00 WIB. Hingga kini, pihak keluarga masih menunggu hasil autopsi yang dilakukan di instalasi forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri.
Ia juga mengungkapkan bahwa laporan polisi telah dibuat oleh pihak keluarga guna mendorong pengusutan kasus ini. “LP sudah kita buat tadi pagi,” katanya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepulauan Riau, Nona Pricillia Ohei, menyampaikan bahwa Kapolda Kepri Asep Safrudin turut berduka atas peristiwa tersebut dan telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh.
“Kapolda sudah memerintahkan Kabidpropam dan Direskrimum untuk melakukan proses hukum secara tuntas,” ujar Nona.
Namun demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan kronologi maupun penyebab kematian Bripda Natanael. Dugaan adanya kekerasan oleh sesama anggota polisi masih dalam tahap penyelidikan.
“Untuk estimasi kejadian saya belum bisa pastikan, masih dalam proses pemeriksaan oleh tim. Kejadian di Mess Bintara Remaja,” jelasnya.
Dalam perkembangan kasus ini, sejumlah personel kepolisian telah diamankan untuk diperiksa. Meski begitu, identitas dan asal kesatuan mereka belum diungkap.
“Belum dapat diketahui apakah pengeroyokan atau tidak, namun beberapa personel sudah diamankan dan dalam proses pemeriksaan,” tambah Nona.
Saat ini, keluarga korban terus berdatangan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk menunggu hasil pemeriksaan forensik yang diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kematian Bripda Natanael.









