Jakarta, Jurnalis Bangsa – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar aksi pemadaman lampu secara serentak sebanyak tiga kali sepanjang 2026, yakni pada 25 April dalam rangka Hari Bumi, 13 Juni untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup, dan 26 September bertepatan dengan Hari Ozon Sedunia.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi Sadikin, mengatakan kegiatan ini bertujuan mendorong penghematan energi sekaligus menekan emisi gas rumah kaca.

“Kegiatan pemadaman lampu bertujuan mendorong penghematan energi, mengurangi emisi gas rumah kaca, serta meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian pencemaran lingkungan,” ujar Dudi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Pemadaman lampu dijadwalkan berlangsung selama satu jam, mulai pukul 20.30 hingga 21.30 WIB. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pemadaman Lampu.
Dudi menjelaskan, pelaksanaan pemadaman dilakukan secara partisipatif oleh pengelola maupun penanggung jawab bangunan dan fasilitas penerangan sesuai kewenangan masing-masing.
Adapun lokasi pemadaman mencakup seluruh gedung kantor Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dengan pengecualian fasilitas layanan kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, dan klinik.
Selain itu, pemadaman juga dilakukan di sejumlah jalan protokol dan arteri di lima wilayah kota administrasi. Di Jakarta Pusat, ruas yang terdampak antara lain Jalan Sudirman, Jalan MH Thamrin, serta kawasan Medan Merdeka (kecuali sisi utara depan Istana Presiden).
Di wilayah lain, pemadaman mencakup sejumlah ruas utama seperti Jalan Yos Sudarso di Jakarta Utara, Jalan Dr. Sumarno di Jakarta Timur, Jalan Daan Mogot di Jakarta Barat, hingga Jalan Prapanca Raya dan Jalan Rasuna Said di Jakarta Selatan.
Sejumlah ikon Ibu Kota juga turut dipadamkan, di antaranya Monumen Nasional, Bundaran Hotel Indonesia, serta Patung Arjuna Wiwaha dan Patung Pemuda beserta air mancurnya.
Tak hanya gedung pemerintah, berbagai bangunan swasta seperti pusat perbelanjaan, hotel, restoran, hingga apartemen juga diharapkan ikut berpartisipasi dalam aksi ini sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penghematan energi dan pengurangan emisi karbon di Jakarta.










