Menu

Dark Mode
KPK Dorong Pembatasan Uang Tunai Selama Pemilu untuk Cegah Politik Uang Ramai Komentar soal usul KPK Harga Emas Hari Ini: UBS Naik, Galeri24 Turun, Antam Stabil Agnes Aditya Rahajeng Dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2026 di JICC Pemprov DKI akan Lakukan Pemadaman Lampu Pembeli Buku ‘Gibran End Game’ Laporkan Penulis ke Polda Metro Jaya

Headline

FF Horor Edisi Ke-4 Horor Tak Selalu Hantu

JurnalisBangsabadge-check


					FF Horor Edisi Ke-4 Horor Tak Selalu Hantu Perbesar

Jakarta, – Festival Film Horor (FFH) Edisi Ke-4 berjalan sukses, sebuah pegelaran memilih film (horor) yang berbeda dari festival sejenis. Selain memilih film bulan ini, festival ini punya ciri khas yaitu diskusi terkait film yang bisa menjadi rujukan bagi cineas dalam berkarya. Lift jadi film terpilih di Edisi Ke-4, sementara pembicara setuju bila musik adalah akhir dari sebuah cerita, tanpa musik film tak pernah berakhir.

Acara digelar di Pictum cafe, Pasarminggu, Jakarta Selatan, mengangkat tema “Musik Horor yang Membumi: Membangun Vibes Horor Tanpa Kehadiran Setan”, sementara pembicara diisi Producer eksekutif Lok S. Iman, Sutradara Randy Chana, Music Director Bemby Gusti, dan moderator Alyne Ma’arif.

Musik dan film merupakan satu kesatuan, bahkan dalam sejarahnya musik lah yang ‘menghidupkan’ film setelah film bisu ramai diproduksi. Namun harus dibedakan antara musik dan sound, bunyi-bunyian dalam sebuah film belum tentu musik tapi sekedar suara (sound) guna membangkitkan psykologis penonton.

Bagi Lok Iman selaku produser, dirinya membebaskan para kreator film meenentukan musik atau sound dalam film yang mereka garap, meski ada banyak produser turut campur menentukan musik dan sound di film yang mereka biayai.

Baginya kreasi para pembuat film lebih berharga daripada ikut menentukan musik atau suara, mereka lebih paham sementara dirinya hanya men-suport di balik layar. “Aku percaya dengan mereka, terserah mereka saja menentukan musiknya”, tambah Lok.

Sedangkan Bemby Gusti menilai, musik mampu mempengaruhi psykologis penonton, sebelum menentukan musik atau suara di scene film, ada perdebatan antara music director dan sutradara.

Ia juga tak menyangkal bila menentukan musik atau suara adalah seorang music director kadang harus mengalah dengan kemauan sutradara. Karena menghasilkan film bagus harus sejalan dengan visi sang sutradara. Meski dirinya yakin bahwa film adalah karya seni yang kompleks, semua unsur seni ada di sebuah film.

Sedangkan Randy Chana yang menyandang sebutan sutaradara film, mengatakan, memilih musik harus sesuai tema yang diangkat di film yang kita garap. Musik bisa membangkitkan ketegangan si penonton, maka perlu diskusi antara sutradara dan music director.

Diskusi membahas tema yang diangkat FFH Edisi Ke-4 berjalan lancar, masinng-masing pembicara beragumen sesuai dengan profesi yang disandang, namun mereka setuju bila musik adalah bagian yang tak terpisahkan, dan harus digarap serius bila tak ingin ada film tanpa akhir cerita.

Sementara FFH mengumumkan film yang terpilih di bulan Maret adalah Lift, pemain pria terpilih Alfie Afandi, pemain wanita terpilih Ismi Melinda, DoP terpilih Risky Dwipanca, dan sutradara terpilih Randy Chans.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

KPK Dorong Pembatasan Uang Tunai Selama Pemilu untuk Cegah Politik Uang

25 April 2026 - 19:23 WIB

Ramai Komentar soal usul KPK

25 April 2026 - 17:50 WIB

Harga Emas Hari Ini: UBS Naik, Galeri24 Turun, Antam Stabil

25 April 2026 - 16:14 WIB

Agnes Aditya Rahajeng Dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2026 di JICC

25 April 2026 - 15:53 WIB

Pemprov DKI akan Lakukan Pemadaman Lampu

25 April 2026 - 14:43 WIB

Trending on Headline