Jakarta (ANTARA) – Kembali terjadi siswa keracunan makanan MBG. Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permintaan maaf atas insiden keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Nanik Sudaryati Wakil Kepala BGN Bidang komunikasi Publik dan Investigasi Deyang saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, memastikan pihaknya akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban serta tegas menghentikan operasional dapur terkait.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit,” ucap Nanik.
BGN, juga telah mengambil langkah sangat tegas sebagai bentuk tanggung jawab dengan menghentikan operasional SPPG tersebut.
“Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas, karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) yang masih belum memenuhi standar,” tuturnya.
Diketahui, insiden terjadi pada Jumat (3/4), setelah sebelumnya pada Kamis (2/4) sore, pihak SPPG menerima laporan dari guru terkait sejumlah siswa yang mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual setelah mengonsumsi makanan MBG.
Menu yang disajikan saat itu adalah spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg (telur orak-arik) tofu, sayuran campur, serta buah stroberi. Total 72 siswa terdampak. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan dilaporkan dalam kondisi sudah membaik.
Adapun dugaan sementara penyebab kejadian berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi tidak dalam kondisi segar. Menurut Nanik, jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi berpotensi menurunkan kualitas makanan dan memicu gangguan kesehatan.
BGN memastikan akan memperketat pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang dan menjamin keamanan pangan dalam pelaksanaan Program MBG.









