Jakarta, Jurnalis Bangsa – Prabowo Subianto resmi melantik Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan dalam sebuah upacara yang digelar di Istana Negara pada Senin. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memperkuat koordinasi di lingkungan Istana.

Pengangkatan Dudung didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 52 P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Kepresidenan serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Dalam prosesi tersebut, Presiden Prabowo secara langsung memimpin pengambilan sumpah jabatan yang diikuti oleh Dudung dan sejumlah pejabat lainnya.
“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara…,” demikian petikan sumpah jabatan yang diucapkan Dudung, dipandu oleh Presiden.
Rangkaian pelantikan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara oleh Dudung dan Presiden sebagai simbol resmi dimulainya tugas baru tersebut. Dudung, yang sebelumnya menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, menggantikan Muhammad Qodari di posisi Kepala Staf Kepresidenan.
Selain Dudung, Presiden juga melantik sejumlah pejabat lain dalam kesempatan yang sama. Muhammad Qodari ditunjuk sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, serta Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Upacara pelantikan turut dihadiri oleh Gibran Rakabuming Raka beserta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, di antaranya Zulkifli Hasan, Agus Harimurti Yudhoyono, Yusril Ihza Mahendra, Airlangga Hartarto, dan Pratikno.
Hadir pula sejumlah pejabat tinggi negara lainnya seperti Panglima TNI Agus Subiyanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta akademisi Rocky Gerung.
Pelantikan ini mencerminkan upaya pemerintah dalam memperkuat struktur komunikasi dan koordinasi pemerintahan, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan strategis nasional ke depan.









