Jakarta, Jurnalis Bangsa – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap praktik yang tidak sesuai dalam pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat.
Pernyataan tersebut disampaikan Dudung saat membuka Kongres VII Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia di Jakarta, Kamis. Ia menegaskan peran Kantor Staf Presiden sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah, sekaligus pengawas jalannya berbagai program strategis nasional.

“Termasuk program prioritas nasional dan program unggulan Bapak Presiden seperti MBG, Sekolah Rakyat dan sebagainya,” ujar Dudung.
Ia menambahkan tidak akan ragu mengambil tindakan jika ditemukan pelaksanaan yang menyimpang di lapangan. “Kalau tidak benar pelaksanaan di lapangan, akan saya babat nanti,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dudung juga menyoroti pentingnya penguatan wawasan kebangsaan sebagai pilar ketahanan nasional. Ia mengingatkan bahwa di tengah dinamika global yang diwarnai berbagai konflik, Indonesia harus mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, agama, dan golongan.
Selain itu, Dudung mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi di media sosial. Ia menilai maraknya konten provokatif dan informasi menyesatkan berpotensi memecah belah jika tidak disikapi dengan kritis.
“Informasi yang menyesatkan jika terus disampaikan berulang dapat dianggap sebagai kebenaran. Oleh karenanya mari mata dan telinga kita tetap terbuka, tetapi fokus pada hal-hal yang positif,” tuturnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai informasi yang beredar serta tidak mudah terpengaruh oleh konten yang belum tentu kebenarannya.









