Menu

Dark Mode
Harga Emas Hari Ini: UBS Naik, Galeri24 Turun, Antam Stabil Agnes Aditya Rahajeng Dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2026 di JICC Pemprov DKI akan Lakukan Pemadaman Lampu Pembeli Buku ‘Gibran End Game’ Laporkan Penulis ke Polda Metro Jaya Rano Karno Buka Opsi Tambah 5.000 Personel Satpol PP, Dilakukan Bertahap FYP atau Mati Kreativitas? Rulli Nasrullah Soroti Dilema Produksi Ulang Konten di Era Media Sosial

Budaya Sastra

Seba Baduy 2026: Simbol Ketaatan, Syukur, dan Harmoni dengan Alam

JurnalisBangsabadge-check


					Seba Baduy 2026: Simbol Ketaatan, Syukur, dan Harmoni dengan Alam Perbesar

 

Rangkasbitung, Jurnalis Bangsa – Ribuan warga Baduy Dalam dan Baduy Luar kembali melaksanakan tradisi Seba di Kantor Bupati Lebak, Rangkasbitung, Banten, Jumat (24/4/2026).

Seba bukan sekadar tradisi turun-temurun. Bagi masyarakat Baduy, prosesi ini merupakan simbol ketaatan dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta bentuk penghormatan kepada pemerintah yang sah.

Sejak dini hari, rombongan warga Baduy berangkat dari pedalaman Kanekes, Kecamatan Leuwidamar. Mereka berjalan kaki puluhan kilometer tanpa alas kaki dan tanpa kendaraan. Barisan panjang tampak tertib memasuki Kota Rangkasbitung membawa hasil bumi seperti padi, gula aren, pisang, talas, dan madu hutan.

 

Jaro Oom, tokoh adat Baduy, menegaskan bahwa Seba adalah perjalanan spiritual. “Ini amanat leluhur. Kami datang membawa hasil bumi sebagai wujud syukur kepada Tuhan dan laporan kepada pemerintah bahwa kami menjaga alam dengan baik,” ujarnya.

Seluruh hasil bumi diserahkan langsung kepada Bupati Lebak Moch.Hasbi Asyidiki Jayabaya sebagai wakil pemerintah. Prosesi penyerahan dilakukan secara khidmat di Pendopo Kabupaten Lebak dan disaksikan ribuan masyarakat.

Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat Baduy menjaga _pikukuh_ atau aturan adat. “Seba mengajarkan kita tentang kesederhanaan, keseimbangan hidup, dan kepatuhan. Nilai ini sangat relevan di tengah modernisasi,” kata Bupati.

Seba Baduy rutin digelar setiap tahun pada bulan yang ditentukan tetua adat. Tradisi ini menjadi bukti bahwa kearifan lokal dapat hidup berdampingan dengan pemerintahan modern tanpa kehilangan makna.

Tradisi Seba sekaligus menegaskan hubungan harmonis antara masyarakat adat, alam, dan pemerintah. Nilai syukur, ketaatan, serta tanggung jawab menjaga bumi diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap lestari hingga hari ini.(dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Harga Emas Hari Ini: UBS Naik, Galeri24 Turun, Antam Stabil

25 April 2026 - 16:14 WIB

Agnes Aditya Rahajeng Dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2026 di JICC

25 April 2026 - 15:53 WIB

Denada Menang di PN Banyuwangi, Gugatan Dugaan Penelantaran Anak Ditolak

24 April 2026 - 21:06 WIB

The Meru Sanur Masuk Daftar Hotel Baru Terbaik Dunia versi Travel + Leisure 2026

24 April 2026 - 13:53 WIB

Kementerian Ekraf Dorong Penguatan Manajemen Produksi di Industri Film

24 April 2026 - 11:57 WIB

Trending on Lifestyle