Menu

Dark Mode
Kopassus Bantah Isu Panglima Tampar Seseorang di Istana Negara, Tegaskan Hoaks Ketika Rakyat Menuntut: Sorotan Aksi Aliansi Rakyat Kaltim terhadap Gubernur Rp22 Miliar untuk Kebersihan Masjid Al Jabbar, Pemprov Jabar Rinci Komponen Anggaran Peringatan Hari Kartini 2026, Menteri PPPA Soroti Tantangan Kesetaraan Gender Puan Harap UU PPRT Akhiri Kekerasan dan Diskriminasi terhadap PRT Saksi Sebut Eks Wamenaker Minta Rp 3 Miliar Terkait Pengurusan Sertifikasi K3

Olahraga

PSSI Kecam Keras Insiden Kekerasan di Laga EPA U-20 di Semarang

JurnalisBangsabadge-check


					PSSI Kecam Keras Insiden Kekerasan di Laga EPA U-20 di Semarang Perbesar

 

Jakarta, Jurnalis Bangsa – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia melalui Sekretaris Jenderal Yunus Nusi mengecam keras insiden kekerasan yang terjadi dalam laga Elite Pro Academy U-20 antara Dewa United Development melawan Bhayangkara Youth di Stadion Citarum, Minggu (19/4).

Yunus menegaskan bahwa PSSI, termasuk Ketua Umum, tidak mentoleransi tindakan kekerasan di lapangan. Ia menyebut federasi akan segera membawa kasus tersebut ke Komite Disiplin untuk diproses dan dijatuhi sanksi tegas.

“PSSI termasuk ketua umum sangat mengutuk keras kejadian ini dan pemain yang melakukan tindakan tersebut. Kami akan segera menyampaikan hal ini kepada Komite Disiplin untuk diambil tindakan seberat-beratnya,” ujar Yunus dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.

Selain menyasar pemain yang terlibat, PSSI juga menyoroti kemungkinan adanya kelalaian dari perangkat pertandingan dalam mengendalikan jalannya laga. Evaluasi terhadap wasit dan ofisial pertandingan akan dilakukan oleh Ketua Komite Wasit Yoshimi Ogawa.

“Itu menjadi atensi PSSI. Kami menyerahkan kepada Ketua Komite Wasit untuk mengevaluasi kejadian tersebut, serta memberikan edukasi dan sanksi kepada perangkat pertandingan jika terbukti lalai,” katanya.

Lebih lanjut, Yunus menyampaikan keprihatinan atas kembali terjadinya kekerasan di kompetisi sepak bola nasional, terlebih di level usia muda yang seharusnya menjadi ruang pembinaan karakter pemain.

Ia pun mengimbau seluruh pesepak bola Indonesia untuk menahan emosi dan menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung.

“Kami memohon kepada pemain, apapun yang terjadi di lapangan tidak perlu ditanggapi secara emosional. Harus sabar, karena tindakan seperti ini hanya akan merugikan pemain dan klub,” tuturnya.

Insiden tersebut terjadi usai pertandingan yang dimenangkan Dewa United Development dengan skor 2-1. Ketegangan antar pemain memicu aksi saling dorong yang kemudian berkembang menjadi keributan. Sejumlah pemain bahkan terlibat dalam tindakan agresif, termasuk tendangan berbahaya yang mengarah ke pemain lawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

1.647 Personel Gabungan Amankan Laga Barcelona Legends vs DRX World Legends di GBK

18 April 2026 - 20:27 WIB

‎Tunggal putra Jonatan Christie optimistis Indonesia melewati fase penyisihan grup Piala Thomas 2026

15 April 2026 - 19:48 WIB

Pangalengan Menuju “Kampung Pelari Indonesia” Lewat Running Summit 2026

14 April 2026 - 20:35 WIB

MS Glow Racing Tembus Podium ARRC

14 April 2026 - 12:39 WIB

Rajawali Medan Rekrut Majur Majak: Misi Menjaga Benteng Pertahanan

13 April 2026 - 20:56 WIB

Trending on Olahraga