Jakarta, Jurnalis Bangsa – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan tipis pada pembukaan perdagangan Kamis pagi. Rupiah tercatat turun sebesar 23 poin atau 0,13 persen ke posisi Rp17.349 per dolar AS.
Pelemahan tersebut terjadi dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.326 per dolar AS. Pergerakan ini mencerminkan tekanan yang masih membayangi mata uang domestik di tengah dinamika pasar global.

Pelaku pasar menilai fluktuasi nilai tukar rupiah masih dipengaruhi oleh sentimen eksternal, termasuk kebijakan suku bunga global serta pergerakan dolar AS yang cenderung menguat. Selain itu, faktor internal seperti kondisi ekonomi domestik dan arus modal asing juga turut memengaruhi pergerakan rupiah.
Meski demikian, analis memperkirakan pergerakan rupiah ke depan akan tetap berada dalam rentang terbatas, seiring upaya stabilisasi yang dilakukan otoritas moneter serta kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang relatif terjaga.
Bank Indonesia sebelumnya menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui berbagai instrumen kebijakan yang tersedia.









