Menu

Dark Mode
Gugatan PB XIV Purbaya terhadap Menbud Fadli Zon di PTUN Jakarta Dicabut Groundbreaking Oakwood Sanur Bali: Penguatan Ekosistem Health And Wellness Living di Kawasan The Sanur KPK Dorong Pembatasan Uang Tunai Selama Pemilu untuk Cegah Politik Uang Ramai Komentar soal usul KPK Harga Emas Hari Ini: UBS Naik, Galeri24 Turun, Antam Stabil Agnes Aditya Rahajeng Dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2026 di JICC

News

Dongkrak PAD, Pramono Anung Buka Peluang Parpol Sponsori Nama Halte TransJakarta

JurnalisBangsabadge-check


					Dongkrak PAD, Pramono Anung Buka Peluang Parpol Sponsori Nama Halte TransJakarta Perbesar

Jakarta, Jurnalis Bangsa – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meluncurkan kebijakan strategis terkait pengelolaan fasilitas publik. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kini resmi membuka peluang bagi berbagai pihak, termasuk partai politik, untuk menjadi sponsor penamaan (naming rights) halte TransJakarta dan stasiun transportasi publik di ibu kota.

Strategi “Cuan” untuk Infrastruktur

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya transparansi pemerintah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Dana yang diperoleh dari kerja sama komersial ini nantinya akan digunakan untuk mendanai pemeliharaan serta pengembangan infrastruktur transportasi di Jakarta.

Pramono menjelaskan bahwa skema penamaan ini murni bersifat komersial dan profesional. Menurutnya, setiap penyematan nama merek atau organisasi pada halte akan memberikan kontribusi finansial langsung kepada kas daerah.

“Sekarang ini kalau Bapak Ibu perhatikan semua halte ada namanya karena memberi nama itu artinya memberikan cuan, memberikan bayar retribusi, bayar pajak kepada pemerintah DKI Jakarta,” ujar Pramono dalam acara perayaan Paskah di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (10/4/2026).

Disampaikan di Hadapan Tokoh Politik

Pernyataan tersebut disampaikan di depan para tokoh politik, di antaranya Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Golkar, Erwin Aksa dan Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra, Inggard Joshua.

Pramono menegaskan bahwa proses ini dilakukan secara transparan. Ia memberikan contoh beberapa halte yang sudah lebih dulu mengadopsi nama merek produk tertentu sebagai bukti keberhasilan skema ini.

“Kami lakukan secara transparan. Ada halte namanya Nescafe, Teh Sosro, macam-macam semuanya. Siapa saja (bisa), yang paling penting bayar,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

KPK Dorong Pembatasan Uang Tunai Selama Pemilu untuk Cegah Politik Uang

25 April 2026 - 19:23 WIB

Ramai Komentar soal usul KPK

25 April 2026 - 17:50 WIB

Agnes Aditya Rahajeng Dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2026 di JICC

25 April 2026 - 15:53 WIB

Pemprov DKI akan Lakukan Pemadaman Lampu

25 April 2026 - 14:43 WIB

Pembeli Buku ‘Gibran End Game’ Laporkan Penulis ke Polda Metro Jaya

25 April 2026 - 13:01 WIB

Trending on Headline