Jakarta, Jurnalis Bangsa – Pernyataan Keras Pengamat politik senior, Saiful Mujani, dalam sebuah forum Halal Bihalal bertajuk “Sebelum Pengamat Ditertibkan” di Utan Kayu, Jakarta Timur, pada 31 Maret 2026 lalu.
Video pidato Saiful Mujani menjadi ramai dan viral dan menjadi bahasan di media sosial. Tokoh-tokoh politik pun beramai-ramai mengeluarkan pendapatnya.

Di hadapan sejumlah akademisi dan pegiat demokrasi seperti Feri Amsari, Ray Rangkuti, dan Islah Bahrawi, ia secara terbuka menyerukan perlawanan terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Saiful menilai, setelah lebih dari setahun menjabat, Prabowo tidak lagi menunjukkan sikap “presidential” karena dianggap tertutup terhadap kritik dan masukan publik.
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah ikut mengomentari potongan video viral tersebut, ia meminta agar seluruh pihak tetap berpegang pada konsep demokrasi konstitusional dalam kehidupan bernegara.
“Jadi kita menyarankan agar kita bicara dalam konsep demokrasi konstitusional. Jangan kasih izin dan ruang kepada tindakan inkonstitusional sebab itu nanti berbahaya,” kata Fahri di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (6/4)
Hasan menyampaikan hal yang sama kekecewaannya terhadap pernyataan Saiful yang dinilai melampaui batas kritik dalam sistem demokrasi.
“Saya terpaksa mengungkapkan kekecewaan saya,” ujar Hasan dalam unggahan Instagram @hasan_nasbi, Senin (6/4/2026).









