Jakarta, Jurnalis Bangsa – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sempat menjenguk aktivis Andrie Yunus di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM). Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengonfirmasi hal tersebut.
Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya membenarkan berita tersebut bahwa Gibran datang pada tgl 14 Maret lalu. Namun, KontraS menyampaikan penolakan.

“Itu sudah terjadi di tanggal 14 Maret Mas Gibran datang kami menolak dengan alasan yang memang sesuai dengan protokol kesehatan rumah sakit,” kata Dimas di Kantor KontraS, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).
Dimas juga menjelaskan, Andrie baru dipindahkan ke High Care Unit untuk mendapatkan penanganan intensif dan membutuhkan kondisi ruangan yang sangat steril. Penolakan terhadap Gibran itu dikarnakan demi kepentingan keselamatan Andrie.
“Kedua, Mas Andre sendiri juga berpesan waktu Mas Gibran datang bahwa dia tidak bersedia ditemui oleh pejabat atau siapapun yang tidak punya kepentingan untuk menjenguk dia selama proses perawatan di High Care Unit RSCM,” ujar Dimas.
Selain itu, Dimas menegaskan bahwa KontraS tidak ingin kondisi Andrie setelah menjadi korban penyiraman air keras digunakan hanya untuk memberikan pencitraan tertentu secara politik.
“Alasan yang juga kami sampaikan sebagai KontraS dan juga tim advokasi untuk demokrasi kami tidak mau bahwa situasi yang terjadi kepada Andre Yunus itu dijadikan sebagai celah hanya untuk kemudian memoles citra politik seseorang atau sekelompok orang tertentu yang pada akhirnya mengaburkan iktikad atau intensi dari negara untuk mendorong supaya kasus ini selesai secara tuntas dan maksimal,” tutur Dimas.
Dengan begitu, Dimas menegaskan bahwa Gibran memang sudah hadir ke rumah sakit untuk menjenguk tetapi tidak sempat bertemu dengan Andrie Yunus.









