Jakarta, Jurnalis Bangsa – Dalam menghadapi pontensi fenomena El Nino Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional potensi (Bapanas) memastikan cadangan pangan nasional kian kokoh melalui penguatan cadangan pangan yang terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Penguatan cadangan pangan tersebut dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan produksi hingga optimalisasi distribusi dan pengelolaan cadangan di berbagai tingkatan di seluruh wilayah. Sehingga tidak hanya memperkuat kesiapan nasional, tetapi juga menjaga stabilitas pasokan dan tentu harga pangan di tengah potensi gangguan iklim.

Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menegaskan, penguatan cadangan pangan nasional menjadi langkah strategis dan tepat dalam menghadapi dinamika global dan risiko iklim yang semakin kompleks.
“Sesuai peringatan dari BMKG, bahwasanya akan ada El Nino. Ini perlu kita menyiapkan langkah-langkah yang strategis dan cepat. Sekarang ini capaian kita, stok kita hari ini 4,4 juta ton. Insya Allah bulan ini bisa mencapai 5 juta ton,” ujar dia dikutip dari siaran pers resmi, Sabtu (4/4/2026).
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menyampaikan, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif sejak dini, khususnya melalui penguatan sektor produksi dan dukungan sarana prasarana pertanian.
“Beliau (Kepala Badan Pangan Nasional) sudah memerintahkan ke seluruh jajarannya bagaimana penyiapan pupuk, pendistribusian pupuk, sekaligus juga peningkatan luas tambah tanam (LTT). Ini sudah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir,” kata Ketut.
“Kita sudah punya pengalaman di 2023-2024, kita mengalami juga El Nino yang tinggi. Pak Kepala Badan sudah pengalaman juga bagaimana menyikapi itu. Sehingga harapan kita, walaupun akan ada El Nino, kita sudah memiliki langkah-langkah mitigasi dan antisipasi,” dia menegaskan.









