Rembang, Jurnalis Bangsa – Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memberikan klarifikasi terkait insiden puluhan siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, yang diduga mengalami keracunan usai mengikuti kegiatan peringatan Hari Kartini.

Ketua SPPG Karangharjo Kragan 002, Wahyu Hadi (39), menyebut berdasarkan informasi dari pihak sekolah, para siswa belum sempat mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara utuh saat kejadian berlangsung.
“Anak-anak belum makan makanan MBG. Info dari sekolahan itu baru minum susu. Setelah minum susu ada yang mengeluh mual, muntah, lalu dibawa ke Puskesmas,” ujar Wahyu.
Ia menambahkan, hingga kini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Puskesmas terkait penyebab pasti kejadian tersebut. Uji sampel, baik dari muntahan siswa maupun makanan yang disajikan, masih dalam tahap penelitian.
“Kami belum tahu penyebab pastinya apa, karena dari Puskesmas belum memberikan penjelasan secara detail. Uji sampel masih diteliti, jadi kami menunggu kepastian,” jelasnya.
Terkait susu yang dikonsumsi siswa, Wahyu memastikan produk tersebut masih dalam kondisi layak konsumsi dan belum melewati masa kedaluwarsa.
“Susunya itu dari MBG, tapi masa expired-nya masih lama, sampai November 2026. Dari sekian ribu penerima manfaat, alhamdulillah kondisinya masih bagus dan aman,” tegasnya.
Program MBG yang dikelola SPPG Karangharjo Kragan 002 diketahui menjangkau 24 sekolah dengan total 3.238 penerima manfaat. Dari jumlah tersebut, laporan keluhan kesehatan hanya berasal dari satu sekolah.
“Ada 24 sekolah dengan 3.238 penerima manfaat. Yang mengeluh sakit tadi hanya dari SDN Balongmulyo saja,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, puluhan siswa SDN Balongmulyo, Kecamatan Kragan, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi MBG dalam rangkaian kegiatan Hari Kartini. Para siswa kemudian mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Kragan II.
Di lokasi, puluhan siswa terlihat masih mengenakan kostum kebaya dan didampingi orang tua masing-masing saat menjalani perawatan.
Kepala Puskesmas Kragan II, dr. Arif Rahman Hakim, mengungkapkan total 22 siswa sempat mendapatkan penanganan medis.
“Total ada 22 yang kami tangani, 5 sudah dipulangkan, dan 17 masih menjalani perawatan lanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, mayoritas siswa mengalami gejala seperti mual, muntah, dan sakit perut yang muncul setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.
“Gejalanya mengarah ke keracunan makanan, tapi kami masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut,” imbuhnya.










