Jakarta, Jurnalis Bangsa – Gempa bumi berkekuatan 7,6 skala Richter (SR) yang mengguncang Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026) berdampak pada sejumlah bangunan Gereja Katolik di wilayah Kabupaten Minahasa dan Kota Tomohon.
Getaran gempa dirasakan di berbagai daerah, termasuk Bitung, Minahasa Utara, Minahasa, Minahasa Selatan, dan Tomohon. Pusat gempa berada di 129 kilometer tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut masih belum bisa memastikan jumlah kerusakan. “Sampai saat ini masih dalam proses pendataan,” ujar Kepala BPBD Sulut, Adolf Tamengkel.
Laporan sementara mencatat ada 3 korban di Manado, dengan rincian 1 meninggal dan 2 terluka. Selain itu 8 rumah, 1 jalan, 1 kantor, dan 1 fasilitas umum di Kabupaten Minahasa rusak.
Stasiun Geofisika Manado telah menghentikan peringatan dini tsunami sejak pukul 10.56 WITA. Dengan begitu, aktivitas masyarakat terutama di pesisir sudah bisa kembali normal.
Total ada 48 gempa susulan dengan skala bervariasi antara Magnitudo 5,5-3,1,” terang Kepala Stasiun Geofisika Manado, Tony Agus Wijaya.
Selain itu, gempa hanya terdeteksi pada 16 menit usai gempa pertama dan 2 jam sebelum peringatan dini dihentikan. Gelombang tsunami tertinggi tercatat di Pantai Kema, Kabupaten Minahasa Utara, dengan ketinggian 75 cm.









