Menu

Dark Mode
KPK Minta Immanuel Ebenezer Fokus Jalani Sidang, Tanggapi Rencana Gugatan Rp300 Triliun Kerugian Negara Kasus Chromebook Kemendikbudristek Capai Rp2,18 Triliun, Dua Pejabat Divonis Penjara Tiga WNI Ditangkap di Makkah Terkait Dugaan Penipuan Haji, Polri Siapkan Pendampingan Hukum Kasus “Sel Sultan” Lapas Blitar, Tiga Petugas Direkomendasikan Sanksi Berat Prabowo Tegaskan Komitmen Sejahterakan Buruh dan Rakyat dalam Pidato May Day 2026 Mantan Istri Andre Taulany Laporkan Balik ART atas Dugaan Fitnah

Lifestyle

Harga Emas Global Masih Tertekan, Tren Bearish Diprediksi Berlanjut

JurnalisBangsabadge-check


					Harga Emas Global Masih Tertekan, Tren Bearish Diprediksi Berlanjut Perbesar

 

Jakarta, Jurnalis Bangsa – Pergerakan harga emas global pada perdagangan hari ini diperkirakan masih berada dalam tekanan, seiring kuatnya kombinasi sentimen teknikal dan fundamental yang belum berpihak pada penguatan logam mulia. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengungkapkan bahwa pasangan XAU/USD saat ini menunjukkan kecenderungan melanjutkan tren penurunan setelah gagal mempertahankan momentum kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.

Dari sisi teknikal, kondisi pasar mengindikasikan bahwa emas tengah berada dalam fase bearish yang cukup solid. Hal ini tercermin dari posisi harga yang masih bergerak di bawah indikator Moving Average periode 21 dan 34. Kedua indikator tersebut kini berfungsi sebagai resistance dinamis yang menahan setiap upaya kenaikan harga. Selama harga belum mampu menembus area tersebut secara meyakinkan, peluang untuk terjadinya pembalikan tren dinilai masih terbatas.

Pergerakan harga sebelumnya sempat menunjukkan adanya koreksi naik, namun tidak bertahan lama. Harga kembali membentuk pola lower high dan lower low yang mengonfirmasi keberlanjutan tren turun. Dengan struktur pasar seperti ini, tekanan jual dinilai masih mendominasi dan membuka peluang pelemahan lanjutan dalam jangka pendek.

Secara proyeksi teknikal, harga emas diperkirakan akan menguji area support terdekat di level 4.669. Level ini menjadi titik krusial bagi pelaku pasar dalam menentukan arah selanjutnya. Jika tekanan jual berlanjut dan harga menembus level tersebut, maka potensi penurunan berikutnya terbuka hingga area 4.607 sebagai target lanjutan. Area ini dipandang sebagai support kuat yang berpotensi menjadi titik konsolidasi sementara sebelum harga menentukan arah baru.

Meski tren bearish masih dominan, peluang koreksi teknikal tetap terbuka. Dalam tren turun, pergerakan harga umumnya tidak berlangsung secara linear, melainkan diselingi fase pullback. Namun selama belum ada sinyal pembalikan yang kuat—seperti breakout signifikan di atas resistance dinamis—koreksi yang terjadi cenderung bersifat sementara dan berpotensi dimanfaatkan sebagai peluang jual.

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap harga emas dipicu oleh penguatan dolar Amerika Serikat yang masih mendominasi. Menguatnya dolar membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor global, sehingga permintaan cenderung melemah.

Selain itu, kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, yang masih mempertahankan suku bunga pada level tinggi turut membebani pergerakan emas. Suku bunga tinggi meningkatkan daya tarik instrumen berbasis imbal hasil, seperti obligasi pemerintah, sehingga investor cenderung mengalihkan dananya dari emas ke aset yang menawarkan return lebih kompetitif.

Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat juga memperbesar opportunity cost dalam memegang emas. Dalam kondisi tersebut, investor lebih memilih instrumen yang memberikan pendapatan tetap dibandingkan aset yang tidak menghasilkan bunga, sehingga tekanan terhadap harga emas di pasar global diperkirakan masih akan berlanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mantan Istri Andre Taulany Laporkan Balik ART atas Dugaan Fitnah

1 May 2026 - 10:47 WIB

Harga Emas Antam Naik Rp30.000, Tembus Rp2,799 Juta per Gram

1 May 2026 - 09:32 WIB

BMKG: Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Kamis Sore

30 April 2026 - 11:12 WIB

Rupiah Melemah Tipis ke Level Rp17.349 per Dolar AS pada Perdagangan Pagi

30 April 2026 - 10:10 WIB

Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan Aniaya ART, Polisi Lakukan Pendalaman

30 April 2026 - 09:07 WIB

Trending on Lifestyle