Menu

Dark Mode
Rp22 Miliar untuk Kebersihan Masjid Al Jabbar, Pemprov Jabar Rinci Komponen Anggaran Peringatan Hari Kartini 2026, Menteri PPPA Soroti Tantangan Kesetaraan Gender Puan Harap UU PPRT Akhiri Kekerasan dan Diskriminasi terhadap PRT Saksi Sebut Eks Wamenaker Minta Rp 3 Miliar Terkait Pengurusan Sertifikasi K3 Pigai Minta Sidang Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Transparan dan Adil Dapur SPPG Belum Sinkron, DPR Dorong Evaluasi Rutin dan Perbaikan Standar

News

Indonesia Gandeng Rusia Perkuat Ketahanan Energi, Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik

JurnalisBangsabadge-check


					Indonesia Gandeng Rusia Perkuat Ketahanan Energi, Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Perbesar

Jakarta, Jurnalis Bangsa –  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia menjalin kerja sama strategis dengan Rusia untuk meningkatkan cadangan serta ketahanan energi nasional. Kerja sama ini mencakup pasokan minyak mentah (crude) hingga pembangunan infrastruktur energi.

Hal tersebut disampaikan Bahlil usai bertemu dengan utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin dalam rangkaian diplomasi energi yang diarahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Bahlil menjelaskan, langkah ini diambil untuk menutup kesenjangan antara konsumsi dan produksi minyak dalam negeri. Saat ini, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) Indonesia mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara lifting domestik hanya berada di kisaran 600–610 ribu barel per hari.

“Dalam kondisi global seperti sekarang, pemerintah harus mencari cadangan minyak dari berbagai sumber, tidak hanya satu negara tetapi hampir semua negara,” kata Bahlil di Istana Negara, Kamis (16/4/2026).

Ia menyebut, hasil pertemuan dengan pihak Rusia menunjukkan perkembangan positif. Indonesia berpeluang mendapatkan tambahan pasokan crude serta dukungan pembangunan infrastruktur penting guna memperkuat cadangan energi nasional.

“Alhamdulillah, kabarnya cukup menggembirakan. Kita akan mendapat pasokan crude dari Rusia dan mereka siap membangun beberapa infrastruktur penting,” ujarnya.

Menurut Bahlil, kerja sama dengan Rusia merupakan bagian dari strategi diversifikasi pasokan energi. Pemerintah, kata dia, akan mengambil sumber energi dari negara mana pun yang memberikan keuntungan terbaik bagi Indonesia.

Ia menegaskan, kerja sama tersebut tidak akan mengganggu hubungan energi dengan negara lain, termasuk Amerika Serikat. Mengingat kebutuhan crude Indonesia mencapai sekitar 300 juta barel per tahun, pemerintah memiliki ruang untuk bekerja sama dengan berbagai pihak.

“Semua kita ambil mana yang menguntungkan untuk negara kita,” tegasnya.

Harga BBM Subsidi Dijamin Stabil

Dalam kesempatan itu, Bahlil juga memastikan bahwa harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026, bahkan jika harga minyak mentah dunia (ICP) mencapai USD100 per barel.

“Kami sudah bersepakat atas arahan Presiden bahwa harga BBM subsidi tidak akan dinaikkan sampai akhir tahun, insyaallah,” katanya.

Diplomasi Energi dengan Rusia

Sebelumnya, Bahlil turut mendampingi Presiden Prabowo dalam misi diplomasi energi ke Rusia. Salah satu agenda penting adalah pertemuan dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev pada Selasa (14/4/2026), sebagai tindak lanjut pembicaraan tingkat tinggi antara Prabowo dan Putin di Kremlin.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang konkret kerja sama di sektor energi, mulai dari pasokan minyak mentah dan LPG, investasi, hingga pengembangan infrastruktur seperti kilang minyak dan penyimpanan (storage).

Rusia juga menyatakan kesiapan mendukung ketahanan energi Indonesia, termasuk melalui pengembangan kelistrikan hingga potensi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Pertemuan itu turut dihadiri sejumlah perusahaan energi Rusia seperti Rosneft, Lukoil, serta perusahaan lainnya yang bergerak di sektor minyak dan gas.

Skema Kerja Sama Fleksibel

Bahlil menegaskan, kerja sama energi Indonesia–Rusia akan dijajaki melalui berbagai skema, baik antar pemerintah (G2G) maupun antarbisnis (B2B). Hal ini bertujuan memberikan kepastian pasokan energi, khususnya minyak mentah dan LPG.

Selain itu, Indonesia juga membuka peluang kolaborasi lebih luas, termasuk pengembangan storage crude, pasokan jangka panjang, hingga kerja sama di sektor mineral dan energi nuklir.

“Kita ingin semua ini betul-betul memberi kepastian bagi ketahanan energi nasional,” ujar Bahlil.

Ia menilai, kemitraan dengan Rusia menjadi opsi strategis di tengah dinamika global yang tidak menentu, mengingat kapasitas produksi energi Rusia yang besar serta pengalaman panjangnya di industri migas.

“Insyaallah kita bisa mendapatkan hasil yang baik untuk kepentingan bangsa,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rp22 Miliar untuk Kebersihan Masjid Al Jabbar, Pemprov Jabar Rinci Komponen Anggaran

21 April 2026 - 19:14 WIB

Peringatan Hari Kartini 2026, Menteri PPPA Soroti Tantangan Kesetaraan Gender

21 April 2026 - 16:46 WIB

Puan Harap UU PPRT Akhiri Kekerasan dan Diskriminasi terhadap PRT

21 April 2026 - 15:41 WIB

Saksi Sebut Eks Wamenaker Minta Rp 3 Miliar Terkait Pengurusan Sertifikasi K3

21 April 2026 - 14:09 WIB

Pigai Minta Sidang Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Transparan dan Adil

21 April 2026 - 12:23 WIB

Trending on Headline